Meski Lampu Hijau Sudah Menyala Normal, Pengendara di Simpang 3 Kangkung Diminta Tetap Hati-Hati

Barito Selatan // Tertib lalu lintas di Simpang 3 Kangkung, Kota Buntok, kini lebih terjamin setelah lampu pengatur persimpangan tersebut dinyatakan berfungsi normal kembali. Perbaikan tuntas telah dilakukan dan selesai pada Selasa, 7 Oktober 2026, sehingga arus kendaraan yang melintas dari berbagai arah kini kembali teratur dan aman. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Selatan, Joni Priawan, S.P., M.Si., menyampaikan hal ini sekaligus memberikan pesan penting yang tak kalah mendesak bagi seluruh warga yang beraktivitas di luar rumah. Kamis, 08/10/2026.

“Lampu Simpang 3 Kangkung sudah kembali normal tanggal 7 kemarin,” ujar Joni Priawan mengonfirmasi. Namun, perbaikan fasilitas jalan ini disampaikan beriringan dengan peringatan keras terkait kondisi lingkungan yang belum ideal untuk berkendara dengan kecepatan penuh. Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Buntok membuat pandangan menjadi kabur dan jarak aman berkurang drastis, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan meskipun lampu lalu lintas sudah bekerja dengan baik.

Terlihat jelas di lokasi kejadian bahwa asap belum hilang sepenuhnya dari udara di kawasan Simpang 3 Kangkung. Kendaraan yang melaju terlihat berhati-hati, bahkan saat lampu hijau menyala, karena pengemudi harus menebak apa yang ada di depan jika tertutup kabut tebal. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada rambu atau lampu, tetapi juga pada keputusan bijak setiap pengendara untuk memperlambat laju kendaraannya demi keselamatan bersama.

“Pengendara tetap diminta berhati-hati. Karena asap masih menyelimuti Kota Buntok dan jarak pandang terbatas,” tegasnya. Diharapkan tetap waspada mengendarai mobil dan motor, utamakan keselamatan diri dan orang lain. Tidak lupa memakai masker, pesan terakhir dari Joni Priawan yang mengingatkan bahwa perlindungan diri bukan hanya soal keselamatan di jalan, tetapi juga menjaga kesehatan pernapasan dari dampak buruk kabut asap yang masih melanda wilayah Barito Selatan.

Pewarta Husin