Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Barsel Perpanjang Tanggap Darurat dan Siapkan Sumber Air Dekat Titik Rawan

Barito Selatan // Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mengambil langkah komprehensif dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih mengintai di musim kemarau ini. Melalui rapat evaluasi yang dipimpin Pj Sekretaris Daerah, Dr. Ita Minarni, ST., MT., di Aula Pemkab Barsel, status Tanggap Darurat Karhutla resmi diperpanjang masuk Tahap III. Rapat ini dihadiri oleh Dandim 1012/Buntok, Kapolres Barsel, pimpinan DPRD, Kalaksa BPBD, Kepala OPD, dan Camat terkait untuk menyatukan langkah penanganan bencana secara terpadu. Jumat, 02 Oktober 2026.

Salah satu temuan penting dari peninjauan lapangan bersama personel TNI adalah terbatasnya akses jalan yang dapat dilalui saat menyalurkan bantuan ke daerah rawan. Kondisi ini membuat jalur sungai menjadi sangat vital, namun saat musim kemarau debit air sungai ikut menurun sehingga tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Pemerintah daerah pun bergerak menyusun rencana pembukaan jalan alternatif agar mobilitas masyarakat dan penyaluran bantuan tetap berjalan lancar meskipun musim kemarau masih berlangsung. “Dalam kegiatan distribusi bantuan bersama personel TNI, tim menemukan kondisi akses jalan yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mempertimbangkan pembukaan atau peningkatan akses jalan alternatif agar distribusi bantuan dan kebutuhan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jalur sungai,” ujar Ita Minarni.

Dalam hal penanganan kebakaran, Pemkab Barsel juga mengantisipasi kesulitan pengambilan air di lokasi kejadian dengan membangun kolam penampungan di enam titik yang dinilai paling rawan dan kerap terjadi kebakaran berulang. Kolam-kolam ini akan menjadi sumber air cadangan yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan oleh tim pemadam di lapangan. “Pemkab Barsel telah menyiapkan sejumlah kolam penampungan air pada titik-titik rawan kebakaran berulang. Ada sekitar enam titik kolam yang kita persiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla,” jelasnya. Langkah ini diharapkan mempercepat waktu tanggap darurat sehingga api dapat lebih cepat dipadamkan sebelum meluas.

Ita Minarni menambahkan bahwa penanganan musim kemarau mencakup kebutuhan air bersih masyarakat, penyaluran air tangki, pembuatan sumur bor, serta penguatan kesiapsiagaan terhadap kebakaran. Semua upaya ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kondisi di lapangan. “Pemerintah daerah juga akan melihat perkembangan kondisi di lapangan untuk menentukan apakah jumlah titik air permanen perlu ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga Kabupaten Barito Selatan di tengah tantangan musim kemarau.

Pewarta: Husin